RISE : Reconnect Our Inside Spirituality to Allah with Ramadhan Embrace

Pesantren Ramadhan merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama Islam lebih lengkap secara singkat. Pesantren Ramadhan yang diadakan oleh GPRS (Gerakan Pemuda Rohis SMAPA) dari tanggal 6-8 Maret 2024, diikuti oleh siswa kelas X. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema RISE : Reconnect our Inside Spirituality to Allah with Ramadhan Embrace. Dalam tema ini diharapkan para peserta dapat lebih mempererat hubungan spiritualitas kepada Allah SWT di Bulan Suci Ramadhan.

Pada hari pertama (6 Maret 2025) para peserta diarahkan menuju aula untuk bersiap menerima materi kajian. Kajian pertama disampaikan oleh Ustadz M. Zuhron Arofi mengenai pentingnya aqidah di dalam hati setiap insan. Dalam kehidupan, kematian merupakan sesuatu yang pasti. Hanya amal perbuatan yang dapat menyelamatkan manusia di akhirat. Salah satu cara untuk memperbanyak amal perbuatan adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah.

Kajian kedua disampaikan Ustadz Dr. KH. Akhmad Kasban Sarkawi Randhim, Lc., M.S.I, yang menyampaikan tentang akhlak remaja. Di masa sekarang, akhlak dan moral remaja kian memudar. Sedangkan, moral merupakan nilai yang bersifat abadi atau melekat pada diri setiap insan dan menjadi landasan penting dalam kehidupan manusia. Beliau juga menyampaikan berbagai jenis moral, diharapkan peserta dapat termotivasi untuk belajar mengembangkan moral mereka.

Disela-sela kajian, peserta melaksanakan ibadah sholat dhuha dan sholat dzuhur berjamaah. Kegiatan dilanjutkan dengan hafalan doa harian dan tadarus Al-Qur’an bersama.

Hari kedua Pesantren Ramadhan (7 Maret 2025) diawali dengan kajian yang disampaikan oleh Ustadz Faisal Trie Atmadja di aula. Beliau menyampaikan mengenai tahsin, yaitu proses memperbaiki cara membaca Al-Quran sesuai dengan tajwid dan makhrojnya. Al-Qur’an diturunkan pada Bulan Ramadhan sebagai petunjuk dan pelindung bagi manusia. Manusia yang akan dilindungi Al-Qur’an adalah manusia yang menjalankan kewajibannya terhadap Al-Qur’an. Salah satu caranya adalah dengan membaca Al-Qur’an meskipun terbata-bata. “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang belajar dan mengajar Al-Qur’an.”

Kajian berikutnya disampaikan oleh Ustadz M. Sokhibul Burhanudin, M. Pd. Beliau menyampaikan tentang adab sholat. Sholat fardhu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Dalam melaksanakannya, sholat berjamaah sangat dianjurkan dan ikhlas adalah kuncinya.

Kajian selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Wahyono, S.Pd.I. Beliau menyampaikan materi tentang Nuzulul Qur’an. Berbagai manfaat membaca Al-Quran serta sejarah diturunkannya Al-Qur’an yang disampaikan membuat para peserta tak sabar menyambut malam Nuzulul Qur’an.

Hari ini peserta bermalam di sekolah, sehingga mereka banyak memanfaatkan waktu untuk tadarus, berbuka, dan sahur bersama.

Pada hari ketiga kegiatan Pesantren Ramadhan (8 Maret 2025) para peserta berkumpul di lapangan bersiap untuk melaksanakan jalan santai bersama. Setelah itu, para peserta melaksanakan halal bihalal dan sesi foto bersama para panitia sebagai tanda kegiatan Pesantren Ramadhan 2025 telah berakhir.

Peserta Pesantren Ramadhan kali ini diharapkan tidak hanya mengamalkan ilmu yang telah didapat saat Bulan Ramadhan saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah Bulan Ramadhan.

Pelaksanaan UNBK 2017

SMA Negeri 4 Magelang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diikuti oleh 237 siswa dari 3 jurusan,  yaitu IPA,

Read More »

SMAPAMORFOSA#8: Wonderella

Hari pertama perayaan ulang tahun SMAN 4 Magelang “SMAPAMORFOSA #8” berlangsung meriah dan penuh semangat. Seluruh siswa dan guru berkumpul

Read More »

Belajar SKS di SMA 1 Kudus

Menyongsong tahun ajaran baru 2016/2017 dan dilaksanakannya kurikulum 2013 untuk kelas X, SMA Negeri 4 Magelang melaksanakan studi banding tentang

Read More »