Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam Islam, yaitu peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh untuk menerima perintah untuk mendirikan shalat lima waktu. Peristiwa Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab, dimana pada tahun 2025 ini jatuh pada hari Senin, 27 Januari 2025.
Pada hari Jumat, 31 Januari 2025, GPRS (Gerakan Pemuda Rohis SMAPA) menggelar sebuah pengajian yang bertujuan untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj. Selain itu, pengajian ini juga bertujuan untuk memberi ilmu yang bermanfaat dan bisa berdampak baik bagi seluruh siswa SMA N 4 Kota Magelang. Pengajian Isra Mi’raj pada tahun ini mengusung tema “Kokohkan Tiang Agama, Bangun Kehidupan Bermakna” dan dihadiri oleh seluruh siswa muslim kelas X, XI dan XII SMA N 4 Kota Magelang.
Acara pengajian diawali dengan penampilan hadroh dari Rebana Syababun Najih (ekstrakulikuler rebana SMA N 4 Kota Magelang) dan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Safiq Rafi Abdurrahman, dilanjutkan dengan sambutan dari Niken Galuh Pramesty selaku ketua panitia dan Ibu Ruri Purnamawati, S.Pd selaku PLT Kepala Sekolah SMA N 4 Kota Magelang.
Acara inti dari pengajian kali ini yaitu penyampaian materi oleh Ustadz Muhammad Al Fatih, S.Pd. Beliau merupakan seorang ustadz muda yang sangat rendah hati. Hal ini terbukti ketika beliau lebih ingin disapa sebagai “kakak” dibanding sebagai “ustadz”. Cara berdakwahnya sangat menyenangkan dan sesuai dengan usia anak SMA sehingga ilmu yang disampaikan lebih mudah diterima. Masih berhubungan dengan tema, beliau menyampaikan tiga kunci kehidupan, yaitu:

- Man Jadda wa Jada (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil),
- Man Shobaro Zafiro (siapa yang bersabar akan beruntung),
- Man Saaro ‘alaa Darbi Washola (siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai).
Selanjutnya, Ustadz Muhammad Al Fatih, S.Pd menyampaikan sejarah terjadinya Isra Mi’raj serta perintah yang diterima, yaitu mendirikan shalat lima waktu. Beliau juga berpesan, bahwa cara menstabilkan iman adalah dengan shalat, mau seberapa banyak hal buruk yang kita lakukan, shalat akan menggugurkan hal buruk tersebut sedikit demi sedikit.
