Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia merayakan Hari Pramuka setiap tanggal 14 Agustus. Hal tersebut lantaran Gerakan Pramuka untuk pertama kalinya berdiri di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Praja Muda Karana (Pramuka) itu sendiri sudah menjadi bagian dari sejarah Indonesia selama bertahun-tahun, yang juga mengobarkan semangat pergerakan nasional.
SMA Negeri 4 Magelang memperingati Hari Pramuka yang ke-63 bertepatan dengan ulang tahun Ambalan Abikarya yang ke-38 di Lapangan Barat dan dibina oleh Kak Arif. Upacara dimulai dengan pemimpin peleton dari Bantara 37 yang menyiapkan barisannya masing-masing, dilanjut dengan prosesi pengibaran bendera Sang Merah Putih yang juga dilakukan oleh Bantara 37 dan diiringi oleh nyanyian lagu Indonesia Raya oleh Gita Swara Smapa (GSS). Usai pengibaran bendera, peserta upacara kemudian mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah mendahului kita. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila dan Darma Pramuka serta Sandi Ambalan.

Pembina upacara, Kak Arif menyampaikan amanat yaitu sambutan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjel Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa tema untuk peringatan Hari Pramuka tahun ini adalah “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI” dengan harapan bahwa Gerakan Pramuka yang memberikan life skill, soft skill, dan hard skill serta kecerdasan SESOSIF (spiritual, emosional, sosial, dan intelektual) dapat membantu untuk mengkanalisasi situasi bangsa Indonesia saat ini. Seperti yang kita tahu juga bahwa Indonesia saat ini sedang dihadapkan oleh judi online, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong-royong bangsa Indonesia.
Seusai pembacaan amanat oleh pembina upacara, peserta upacara kemudian diajak untuk menyanyikan Himne Pramuka dengan bimbingan dari dirigen. Lalu nantinya akan dilanjutkan oleh doa sebagai penutup upacara peringatan Hari Pramuka yang ke-63 dan ulang tahun Ambalan Abikarya yang ke-38.
