MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) merupakan salah satu sarana membina jiwa seorang muslim agar menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan memiliki kecerdasan spiritual yang kuat kepada Allah SWT. Pada tanggal 24 – 25 Januari 2025, GPRS (Gerakan Pemuda Rohis SMAPA) melangsungkan MABIT dengan tema “public speaking and motivation training” di Homestay Banjar Makmur. Acara ini tidak hanya sebagai bentuk penguatan akidah, ibadah serta akhlak bagi anggota-anggotanya, tapi juga sebagai ajang mempersiapkan diri agar lebih percaya diri untuk berbicara di depan banyak orang.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hanuun Mutmainah menjadi pembuka dari acara MABIT tahun ini. Setelah pembacaan Al-Qur’an yang tentunya sangat menyentuh hati, acara ini dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia yaitu Safiq Rafi Abdurrahman. Pembina GPRS, Bapak Ahmad Arif Rohman Izzudin, S.PdI, M.Pd juga tak lupa untuk memberi sambutannya kepada para peserta MABIT kali ini. Acara selanjutnya adalah kajian yang merupakan inti MABIT kali ini. Kajian pertama disampaikan oleh Ustadz Ahmad Latif S.S dimana dalam kajiannya, beliau menyampaikan mengenai DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal). “Barang siapa yang selalu berdoa adalah orang percuma, barang siapa yang berusaha tanpa berdoa adalah orang sombong,” begitulah ucapan beliau mengenai hubungan antara doa dan ikhtiar yang seharusnya selalu kita terapkan dalam bertindak agar setiap langkah kita selalu dirahmati oleh Allah SWT. Meski begitu, hasil selalu mempunyai dua kemungkinan, yaitu gagal dan berhasil. Agar kita selalu menerima kegagalan dan mensyukuri keberhasilan, maka yang harus kita lakukan hanyalah bertawakal kepada Allah SWT.
Kajian kedua disampaikan oleh Ibu Ratna Irawati, M.Pd. Dalam kajiannya, beliau menjelaskan mengenai cara public speaking dalam berdakwah. Public speaking adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Mengapa demikian? Seorang pendakwah sudah seharusnya menguasai public speaking ini agar dapat menjangkau lebih banyak orang dalam berdakwah. Public speaking dapat membangun kepercayaan orang lain sehingga pendakwah akan lebih mudah dalam menyampaikan motivasi kepada orang lain. Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang baik untuk dimiliki seorang pendakwah.
Hari kedua, diawali dengan ibadah shalat tahajud, shalat Shubuh dan tadarus Al-Qur’an. Menjelang matahari terbit, peserta melaksanakan kegiatan jalan santai dan permainan outbond yang menyenangkan, melatih kerja sama serta kekompakan masing-masing anggota.
Menjelang dini hari, peserta melaksanakan qiyamul lail, salat subuh berjamaah, dan tadarus Al-Qur’an. Setelah matahari terbit, peserta melaksanakan kegiatan jalan santai dan outbond untuk menjaga kebugaran jasmani serta meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggota GPRS. Kegiatan ini tentunya berlangsung sangat menyenangkan dan penuh kegembiraan. Hal ini terbukti dari kesan pesan yang ditorehkan para peserta dalam postingan instagram mereka, “Mabit kali ini menciptakan suasana yang seru, asik, dan tidak menegangkan. Tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan bersama teman-teman terasa menggugah iman dalam diri.”
Dengan adanya acara ini, diharapkan tiap ilmu yang disampaikan dapat menjadi manfaat bagi tiap peserta yang tidak hanya sebagai pembelajaran tapi juga sebagai penguat dalam segi akhlak dan akidah dalam diri mereka.

