Hari pertama Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMAN 4 Magelang, Selasa 1 September 2026, berlangsung penuh semangat sejak pagi hingga sore. Sejak pukul 07.00, peserta sudah berkumpul di aula untuk mengikuti pembukaan. Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars SMAPA, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap sekolah. Dilanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia, Pradnyaparamita Danardono, serta Kepala Sekolah, Kuntari Purwaningsih, S.S., memberi motivasi awal. Penyematan peserta kemudian menjadi simbol resmi dimulainya kegiatan. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti apel pagi di Lapangan Timur, sebuah momen yang menekankan kedisiplinan dan kebersamaan.

Memasuki sesi materi, peserta diajak memahami berbagai aspek kepemimpinan. Materi pertama tentang kepemimpinan dibawakan oleh Sukardi, S.Pd., yang menekankan peran pemimpin sebagai teladan. Suasana kembali cair dengan ice breaking, sebelum dilanjutkan materi kebendaharaan oleh Titik Comariah dan Retno Pamungkas. Peserta belajar pentingnya pengelolaan keuangan organisasi secara transparan. Materi berikutnya adalah keadministrasian oleh Yuyun Tri Jarwati, A.Md., yang menekankan keteraturan dalam pencatatan dan dokumentasi. Kemudian, Dra. Endang Muryani membawakan materi public speaking, mengajarkan keberanian dan teknik berbicara di depan umum. Sebelum istirahat siang, peserta juga mendapat materi tentang kedisiplinan, sebuah fondasi penting dalam berorganisasi.
Setelah waktu ISHOMA, kegiatan berlanjut dengan sesi panjang tentang materi organisasi. Para pembina OSIS, MPK, PASKHAS, PKS, dan DA hadir memberikan arahan sesuai bidang masing-masing. Peserta dibagi ke beberapa lokasi seperti aula, ruang arsip, lapangan, hingga school theater, sehingga mereka bisa mengenal lebih dekat struktur organisasi di sekolah.
Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan persiapan pulang di aula. Hari pertama LDKS ini benar-benar menjadi bekal awal yang berharga: peserta tidak hanya belajar teori kepemimpinan, tetapi juga merasakan langsung suasana kebersamaan, disiplin, dan semangat berorganisasi.
Disiplin tinggi sudah terlihat sejak dimulainya LDKS hari kedua. Peserta LDKS sudah disuguhkan dengan tes kedisplinan pakaian dan kelengkapannya saat apel pagi yang dimulai pada pukul 07.00. Bagi para pengurus organisasi, mempunyai kedisplinan tinggi haruslah menjadi salah satu dasar kepribadian.
Kegiatan selanjutnya masih tidak lepas jauh dari kedisplinan. Yaitu baris-berbaris. Panitia dari organisasi Pasukan Khas SMAPA, memberikan materi baris-berbaris dengan mencontohkan gerakan yang langsung diikuti oleh peserta. Satu per satu gerakan dicontohkan hingga terciptalah kombinasi gerakan apik dari para peserta.

Setelah materi dan praktik singkat selesai, para peserta LDKS kemudian dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok satu terdiri atas kelompok satu hingga lima. Kelompok dua terdiri atas kelompok enam hingga sepuluh. Kelompok tiga terdiri atas kelompok sepuluh hingga 15. Dan kemudian kelompok empat terdiri atas kelompok 16 hingga 20. Per kelompok ini kemudian akan diperintahkan untuk menutup mata hingga berkerudung slayer dan menjalankan baris-berbaris. Ketika satu kelompok melaksanakan, kelompok lain menunggu sambil mengevaluasi. Momen lucu mulai terjalin ketika para peserta menjalankannya. Baris berbaris memang sangat membutuhkan konsentrasi tinggi. Apalagi dilakukan dengan mata tertutup. Acara kemudian dilanjutkan dengan istirahat.
Setelah istirahat dan makan ringan sejenak, para peserta kemudian mengikuti materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Serka Yuli Handoko. Judul khusus dari pemateri untuk materi kepemimpinan kali ini adalah “Pemimpin Muda Yang Berkarakter”. Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Begitulah beliau menyampaikan motivasi mengenai pembentukan kepemimpinan bagi peserta LDKS. Setiap orang mempunyai jiwa kepemimpinan, namun jika tidak dibentuk, jiwa kepemimpinan tersebut akan melengkung dan gagal untuk dilaksanakan. Bagi remaja kepemimpinan dapat membentuk karakter, melatih tanggung jawab, meningkatkan percaya diri serta mempersiapkan masa depan. Serka Yuli Handoko juga menambahkan mengenai aspek kepemimpinan yang berupa keterampilan, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Kepemimpinan memang sangat penting sebagai bekal bagi para pengurus organisasi kedepannya.
Acara dilanjutkan dengan penerapan materi yang telah disampaikan pada hari pertama hingga kedua. Penerapan ini berupa pembuatan proposal pendirian pionering kaki tiga lengkap dengan pencarian bahan untuk melengkapi proposal tersebut. Para peserta harus menyelesaikan games yang disediakan panitia untuk mendapatkan uang dan membeli barang kelengkapan pionering kepada panitia. Lomba yang disediakan berupa jaga bola, estafet karet dengan sedotan, bermain hula hoop, lomba lari, lomba bakiak, estafet sarung, lomba yel-yel. Tiap lomba mempunyai hadiah yang berbeda-beda.
Setelah penerapan materi, acara dilanjutkan dengan ISHOMA. Kemudian, Pak Ahmad Damar Arifin, S.Pd menyampikan materi mengenai kepemimpinan adalah suatu karakter. Beliau menyampaikan bahwa pemimpin bukan sebuah posisi, melainkan sebuah karakter. Seorang pemimpin haruslah mengenal siapa yang dipimpin dan bagaimana harus bertindak sebagai pemimpin dari golongan tersebut. Oleh Pak Ahmad Damar Arifin, S.Pd, susana dibuat menyenangkan dengan selingan games ringan selama pemberian materi berlangsung. Beliau juga menyampaikan bahwa pondasi memimpin adalah dapat memimpin diri sendiri. Pemimpin bukanlah seorang yang banyak memerintah, tetapi pemimpin adalah seseorang yang dapat memimpin diri sendiri. Begitulai beliau menyampaikan motivasi kepada para peserta LDKS. Jika pondasi pertama sudah diraih, barulah dapat dilakukan pondasi kedua yang merupakan belajar memimpin orang lain. Dan pondasi terakhir yang berupa memimpin mencapai tujuan akan dapat diraih.
Briefing untuk kegiatan di hari ketiga menutup acara pada hari kedua.
Memasuki hari ketiga pada Kamis, 3 September 2026, rangkaian LKDS kembali diwarnai berbagai kegiatan yang seru dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan persiapan pentas seni dari setiap kelompok.
Sebanyak 20 kelompok menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari bernyanyi, drama musikal, vocal group, dance, tari tradisional, musikalisasi puisi, dan lain lain. Setiap pentas seni dari masing-masing kelompok ditutup dengan penampilan yel-yel yang semakin membangkitkan semangat para peserta. Setelah istirahat, kegiatan kembali dilanjutkan dengan pentas seni dan ice breaking sebelum akhirnya peserta melakukan ISHOMA.
Rangkaian hari ketiga dilanjutkan dengan pengukuhan materi. Para peserta terbagi ke tempat-tempat yang berbeda sesuai dengan organisasi masing-masing. PASKHAS di aula, OSIS di School Theater, MPK di ruang Audio Visual, Dewan Ambalan di lapangan timur, dan PKS di ruang seni tari.

Kegiatan hari ketiga LDKS kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian pengukuhan selesai. Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi. Tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, kekompakan, dan rasa percaya diri.
Penulis: Moh. Zabran Kale, Zahrani Fitri Choirunnisa, Aisya Jacinda Nararya



